Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2009

Oho meninggal di Belanda


http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/03/06560133/dosen.ugm.ditemukan.meninggal.di.belanda
Rekan kami yang sedang menuntut ilmu di UMC St Redboud University Nijmigen , dr Nugroho Wiyadi yang akrab dipanggil Oho, meninggal di kamarnya, hari Minggu 1 Februari yang lalu.

Berita selengkapnya, dari link di atas:
===================================================
NIJMEGEN, SELASA — Seorang mahasiswa doktor asal Indonesia yang tengah menempuh studi di UMC St Redboud University Nijmigen ditemukan tewas di kamarnya. Korban yang bernama Nugroho, asal Jawa Tengah, diperkirakan meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan oleh rekannya, Minggu (1/2).

Kematian korban sangat mengejutkan rekan-rekannya sesama mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di kota Nijmegen yang terletak di kawasan selatan Belanda. Informasi yang berhasil dihimpun Persdanetwork, korban sempat bertemu dengan rekan-rekannya dari Indonesia, Jumat (30/1) malam.

Meninggalnya dr Nugroho Wiyadi, PhD juga sangat mengejutkan Sekjen Perhimpunan Pelajar Indonesia Belanda Yohanes Widodo. Alamarhum yang merupakan dosen FK UGM dikenal oleh mahasiswa Indonesia di Belanda, termasuk para pengurus PPI, sebagai sosok yang layak jadi panutan.

Korban yang sebenarnya akan pulang ke Tanah Air pada 11 Februari nanti hilang kontak dengan rekan-rekannya sejak Sabtu lalu. Menurut informasi dari rekan korban, Kentar Arimadyo S, mahasiswa Master Biomedical Science UMC St Redboud University, dalam e-mail-nya disebutkan, meski dia baru kenal dengan korban sekitar dua minggu lalu, tapi memiliki kesan tersendiri.

"Saya baru kenal Mas Nugroho mungkin baru dua minggu lalu melalui yahoo! messenger dari teman saya, dr Slamet Hidayat. Jumat minggu lalu Mas Nugroho mengajak saya untuk makan malam dengan teman-temannya dari Thailand. Mas Nugroho tahu saya baru datang dari Indonesia sehingga dia ingin saya di sini bisa betah dan memperkenalkan sahabat-sahabatnya. Malah setelah itu Mas Nugroho ingin membuat makan-makan di tempat saya dengan menu Tom Yam yang akan dibuat oleh temannya," ujar Kentar.

Korban juga sempat menawarkan tempat tinggalnya tuntuk digunakan kepada Kentar karena tanggal 11 Februari ini korban akan pulang ke Indonesia dan akan kembali ke Belanda pada Juli 2009. "Meski baru mengenal beliau saya merasa sangat nyaman berada di dekatnya. Orangnya hangat, rendah hati, dan sungguh menyenangkan bisa berkenalan dengan orang seperti Mas Nugroho," tambah Kentar.

"Hari Jumat tanggal 30 Januari 2009, sehabis lapor diri ke KBRI saya berkunjung ke teman di Rotterdam. Ternyata di sana saya bertemu dengan teman-teman dari Masstrich, Groningen, yang kebetulan ingin menghabiskan weekend untuk pesiar ke Amsterdam. Masih ada temen dari Nijmegen yang seyogianya juga dateng ke sana karena sudah janjian. Tetapi sejak Jumat sore sampai Sabtu pagi beliau tidak dapat dihubungi, baik melalui telepon ataupun e-mail," ungkap Kentar.

"Hari minggu kebetulan saya ingin kembali ke Nijmegen. Saya sempatkan mengunjungi apartemen beliau di Platolaan 750 untuk mengetahui keberadaannya. Di sana telah banyak polisi dan mobil ambulans. Saya bertanya kepada petugas tersebut ternyata Mas Nugroho sudah meninggal dunia beberapa hari yang lalu di kamarnya. Dan saya tidak boleh menghubungi saudaranya di Indonesia," tambah Kentar.

Menurut Kentar, hal itu karena kematian korban masih dalam pemeriksaan pihak polisi. "Saat makan malam bersamanya, saya sempat bertanya tentang benjolan yang ada di lengan bawahnya, dan dia menjelaskan bahwa dia memiliki kelainan ginjal dan harus menjalani cuci darah setiap 4 hari sekali," ujarnya.

"Informasi tersebut saya beritahukan ke pihak polisi untuk lebih memudahkan pemeriksaan. Malam tadi sekitar jam 17.30 saya mendapat telepon dari profesor pembimbing Nugroho bahwa kematiannya natural dan bukan karena penyebab lain. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di CWZ. Karena kondisi jenazah yang demikian, pihak RS belum bisa memastikan apakah jenazah diperbolehkan dibawa ke Indonesia," tutur Kentar.

Keputusan tersebut baru akan diketahui Selasa (3/1) pukul 10.00 waktu Belanda. Rekan korban yang lainnya mengatakan, paling tidak hari Rabu semua kepastian soal pemulangan jenazah. Saat ini semua urusan administrasi dibantu KBRI Belanda atas perintah Dubes JE Habibie. (Yon Daryono, dari Nijmegen, Belanda)

===============================================

Selamat jalan..

Senin, 29 Desember 2008

Masih ingat Bahtiar?

http://bahtiar.web.id/
Itu lho,.. Bahtiar the bicycle man, MPer Jogja yang hijrah ke Jakarta..



Kabar terakhir, presiden komunitas BHI ini sekarang sudah jadi Bapak. Meski mengaku repot, Bahtiar tetap bahagia banget dengan kelahiran LINTANG EL RIFAI, si anak lanang. Lintang lahir pada tanggal 14 November 2008, jam 19.40. Berat waktu lahir 3,5 kg, panjangnya setengah meter.




Selamat ya Bah..
Kalau pengen baca Cerita dan poto - poto yang lebih komplet, klik saja link ke rumah Bahtiar di atas! :)


Keterangan:
poto atas: Bahtiar dua setengah tahun yang lalu, masi langsing.
poto bawah: Lintang El Rifai, Bahtiar Junior

Senin, 16 Juni 2008

Horee.. ponakan MPers tambah satuuuu...!!!

Kemaren jam 4:00 pagi ada sms masuk dari Dodo, Mper Jogja yang sudah agak lama hibernasi sejak mengabarkan kehamilan sang istri;

Alhamdulillah, telah lahir puteri pertama kami, Senin 16 Juni 2008 pk 01:23 di RSIY Kalasan, Sleman. Berat badan 2650 gram, panjang badan 48 cm. Mohon doa agar jadi anak shalih (Dodo & Iin)


Horeee.. selamat ya Dooo.. akhirnya...
Mudah - mudahan sehat, pinter dan jadi dokter seperti Bapaknya!
(kemaren saya sms gitu, Dodo langsung protes: Moh, mbak, anakku ra oleh dadi dokter maneh.. hehe.. tenang saja Do.. dokter itu profesi "herediter" kok, tunggu saja tanggal mainnya ..)

keterangan: Itu potonya Dodo 


Jumat, 05 Oktober 2007

Teror FPI merambah media massa


http://pormadi.wordpress.com/2007/10/05/fpi-menekan-yogya-tv/#comment-10722
Hilang sudah hiburan bermutu tiap sore, nonton "Kongkow bareng Gus Dur" di Jogja TV, stasiun TV lokal yang berbasis di Jogja. Pasalnya, mulai 3 Oktober yang lalu, pihak Jogja TV sudah menghentikan siaran itu, karena adanya tekanan dari FPI.

Berikut ini siaran pers yang saya kopipas dari link di atas:
==========================================

Jakarta 4 Oktober 2007

Siaran Pers :

*KBR68H Sesalkan Tekanan Terhadap Yogya TV*

Sensor oleh kelompok yang tidak toleran pada perbedaan pendapat, rupanya masih saja terjadi. Kali ini menimpa Yogya TV, stasiun televisi lokal yang berbasis di Yogyakarta.

Manajemen televisi itu, sejak 3 Oktober 2007, tidak dapat melanjutkan penayangan acara “Kongkow Bareng Gus Dur” dikarenakan situasi yang kurang kondusif. Demikian surat yang kami terima dari manajemen Yogya TV.

Menurut laporan yang kami kumpulkan, Yogya TV dikomplain oleh FPI Yogyakarta karena acara itu dianggap menghina pimpinan mereka. Yogya TV diminta untuk menghentikan penayangan acara Gus Dur tersebut.

Kami menghargai keputusan yang diambil Yogya TV. Tetapi kami menyesalkan adanya tekanan tekanan yang masih menghambat kebebasan bersiaran di negeri ini.

Kongkow Bareng Gus Dur adalah acara rutin yang diadakan KBR68H setiap Sabtu pagi, dan disiarkan lebih dari 70 radio anggota jaringan di seluruh Indonesia.

Selama ramadhan, program itu juga diputar untuk stasiun televisi, dan tersedia 15 episode yang siap tayang. Versi televisi ini diproduksi KBR68H bersama School for Broadcast Media, dan disebarluaskan dengan dukungan Ragam Production House dan Tifa Foundation. Sebanyak 12 televisi lokal, termasuk Yogya TV menyiarkan acara tersebut.

Kami berharap Yogya TV, juga media-media lain di negeri ini, akan terbebas dari berbagai tekanan, dan dapat menyiarkan program yang dinilainya layak untuk pemirsanya tanpa rasa was-was.

Santoso

Direktur Utama

KBR68H
=======================================================

Apa ya sebegitu hebatnya sih FPI, sampai bisa dan boleh berkuasa atas siaran TV?