Senin, 16 Maret 2009

Yanti, Maafkan aku.....

Reuni SMP tanggal 7 Maret 2009 kemaren masih menyisakan euforia yang tak habis habis.
Saling menelepon, saling merancang janji - janji reuni lanjutan, bertukar cerita - cerita masa lalu.. Hingga pagi ini kami semua dikejutkan oleh sms dari seorang teman: Yanti meninggal!

Pertanyaan yang selalu timbul sejak sms duka itu beredar adalah: Yanti siapa? Yanti yang ini memang bukan dari jajaran selebritis SMP 8 Yogyakarta angkatan '81 dan selalu dikelirukan dengan Yanti - Yanti yang lain. Biasa - biasa saja. Kurang dikenal oleh teman - teman sekelasnya, apalagi oleh teman - teman di luar kelasnya. Tetapi Yanti ingat semua teman - temannya. Ingatannya yang kuat tentang teman - teman SMP itulah yang membuat kami sering menjadikannya referensi ketika melacak teman - teman yang sudah tak tentu rimbanya. Dengan lancar ia akan menceritakan keberadaan teman - teman kami itu, lengkap dengan berita up to date.

Yanti juga menyisakan kenangan. Kenangan yang manis, yang lucu, yang mengingatkan kita bahwa setiap orang adalah unik. Dan Astaghfirullah, dengan segala kebodohanku, tidak hanya dulu tapi juga kini, aku dengan semena - mena membuat keunikannya sebagai sesuatu yang patut ditertawakan

Yanti,.. maafkan aku.. Maafkan aku yang menjadikan kamu bahan tertawaan di belakangmu. Maafkan aku yang tidak sensitif dengan kehadiranmu. Maafkan aku yang tidak dapat menghargai kehadiranmu apa adanya. Dengan segala keterbatasanmu, kamu adalah sahabat yang baik. Tulus, tidak pernah menyakiti, selalu berusaha membantu, selalu berusaha ada ketika aku mengundangmu. Kenangan terakhir ber-karaoke bareng, dan kebersamaan kita waktu reuni akan selalu mengingatkan aku akan sosokmu.

Selamat jalan Sahabat.. Sekali lagi, maafkan aku..
Kepergianmu yang tiba - tiba memperingatkan aku (sekali lagi), bahwa tiada yang kekal di dunia ini, dan tiada yang tahu kapan waktu kita akan tiba.

Keterangan foto: Rapat reuni, dari kiri: Yanti almarhum, Hida, Ismu

45 komentar:

  1. innalillahi wa innailaihi raji'uun...

    BalasHapus
  2. Matur nuwun Sab.. piye kabare? Jaga kondisi yo...

    BalasHapus
  3. innalillahi,. moga amalnya diterima..

    BalasHapus
  4. aku yo kaget je mbilz...semoga dilapangkan jalanmu yanti, kawan & saudaraku..

    BalasHapus
  5. ikut berduka cita yang sedalam dalam nya. Smga amal ibadah beliau diterima dan diberi tempat yang layak disisi Nya . Amien.

    jadi inget pas maem nasgor kmrn brusan ngebahas ttg Almarhum.

    BalasHapus
  6. ikut berduka cita mbak semoga mbak yanti diterima di sisi-NYA..amin

    BalasHapus
  7. tapi wes sempet ketemu tho mbak??

    BalasHapus
  8. Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.....

    BalasHapus
  9. Innalilahi wainna ilaihi roji'un.....sakit apa?

    BalasHapus
  10. Innalilahi wainna ilaihi roji'un........ turut berduka.. mmmh.. banyak "yanti" lain di tiap angkatan..wah, terima kasih sudah "mengingatkan"...

    BalasHapus
  11. nnalilahi wainna ilaihi roji'un.
    ikut berduka cita mbak semoga mbak yanti diterima di sisi-NYA..amin

    BalasHapus
  12. turut berduka , mbak...
    amal dan ibadahnya akan di terima TYE

    BalasHapus
  13. Aku setuju Da. Orang yang baru sekali jumpa Yanti pun akan selalu mengenangnya. Yanti memang unik. Tapi, waktu ta'ziyah tadi aku juga jadi inget. Ternyata sebentar lagi kita pun menghadap-Nya.

    BalasHapus
  14. Innalilahi wainna ilaihi roji'un...turut berduka cita...
    pertanyaan sama, mbak yanti sakit apa?

    BalasHapus
  15. Duh, ikut speechless jadinya... :-(
    barangkali aku juga begini, khilaf dan 'semena2' dengan seorang teman, TFS your feeling Mba, aku merasa disentil, ihiks!

    Mudahan Yanti sudah nyaman dan tersenyum dalam pelukan-Nya, aminnnnnnn...

    BalasHapus
  16. yang kemaren reuni terakhir itu ikutan dateng mbak Hida ?
    orang baik biasanya emang dipanggil duluan, insya Allah skrg udah tenang di sana, amin.

    BalasHapus
  17. Memang mengangetkan. Pada saat disms tadi ingatanku langsung melayang pada dirinya yg saat reuni satu meja denganku. Dengan ceria menyapa yg datang, meskipun juga sebenarnya ga ingat yg datang siapa
    Beberapa hari yg lalu dia diberi kesempatan oleh Nya utk sedikit berbahagia bertemu dengan teman2 lamanya, mengharukan...

    Semoga Yanti mendapat tempat terbaik di sisiNya

    *Mengingatkanku juga, kita tidak tahu kapan waktu itu tiba....

    BalasHapus
  18. Innalillahi wa innailaii rojiun.
    Tfs,mbak.
    Jd tersentil,tak tau kapan giliran kita,sementara tak seberapa pula bekalku utk kembali berpulang.:-(

    BalasHapus
  19. Peringatan bagi kita semua, Mu..

    BalasHapus
  20. Iya Kat.. berkesan banget je.. kaget banget pas krungu Yanti meninggal..

    BalasHapus
  21. iya sempat ketemu pas reuni tanggal 7 kemaren...:)

    BalasHapus
  22. Thx La... kematian memang rahasia Tuhan

    BalasHapus
  23. makasih Deb.. pelajaran mahal dari persahabatan..

    BalasHapus
  24. Iya Yul, kehadiran Yanti memberikan banyak pelajaran pada kita..

    BalasHapus
  25. sakit jantung, dan sebelumnya, beberapa kali, ketika ia mengeluh tidak bisa datang "kumpul - kumpul" karena sakit, aku mentertawakannya, "sakit apaa.. "

    BalasHapus
  26. Amin, makasih Jeng Santi..
    Reuni terakhir tanggal 7 Maret Yanti datang, Itu terakhir kali kita ngumpul bareng..

    BalasHapus
  27. Iya Sih, mengharukan memang..

    BalasHapus
  28. Iya Ka.. kita harus selalu siap setiap saat

    BalasHapus
  29. .. DariNya kita berasal dan KepadaNya lah kita akan kembali

    BalasHapus
  30. SAYA IJINKAN HIDA... SILAKAN

    BalasHapus
  31. inna lillahi wa innna ilaihi rojiun
    dan ikut berduka cita ya

    BalasHapus
  32. Matur nuwun, Jeng,
    kapan naik trans lagi? :D

    BalasHapus
  33. bulan depan, enko tak kabari mba hehe...

    BalasHapus